![]() |
| Eka Swadiansa |
Jumat di bulan Maret ini, Architects Under Big 3 (AUB3) menampilkan seorang arsitek alumni Universitas Brawijaya, Eka Swadiansa. Pria yang akrab disapa Eka ini mendirikan OSA sebagai studio inkubasi desain dengan fokus pekerjaan kompetisi. Ia membawakan presentasi dengan judul “Bukan Arsitektur Kosmetik”. Pada kesempatan kali ini AUB3 kedatangan seorang profesor dari Kyoto, Jepang, Gunter Nitschke
Eka membagi presentasinya menjadi 2 bagian, mengenai perjalanan berarsitekturnya bersama OSA, dan proyek –proyek desain yang pernah dilakukannya. Eka mengquote sedikit perkataan dari Popo Danes,
“Arsitek muda saat ini cenderung ingin menjadi Tadao Ando, Rem Koolhaas”. Kalimat tersebut memberi inspirasi bagi Eka Oleh karena itu, Eka lebih memilih untuk mempelajari kehidupan para arsitek terkenal bukan arsitekturnya. Menurut Eka, arsitektur itu seharusnya adalah tentang kerja tim, bukan “one man show”.

