Showing posts with label AUB3 #15 Errik Irwan Wibowo. Show all posts
Showing posts with label AUB3 #15 Errik Irwan Wibowo. Show all posts

Sunday, July 3, 2011

Post Event Release Architects Under Big 3 #15 Errik Irwan Wibowo

Errik dengan Signature Style-nya

Tepat di awal bulan Juli, arsitek muda Errik Irwan Wibowo tampil di edisi ke-15 Architects Under Big 3. Errik membuka presentasinya dengan memutar video "Rumah Angin" yang diproduksi oleh Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA).

Dengan tema "Gerilya - Arsitektur", Errik, begitu ia biasa dipanggil membagi presentasi dalam 4 garis besar. Pertama adalah pengertian gerilya. Menurut Errik, kawula muda yang belum menjadi siapa - siapa selalu bersiasat untuk bertahan hidup dalam kerasnya kehidupan. Baik dikampus, di dunia kerja, maupun di masyarakat dengan tujuan untuk kehidupan yang lebih baik sehingga seringkali harus melawan arus yang lebih besar. Upaya – upaya bersiasat mereka yang belum menjadi siapa - siapa itu lah yang ia sebut "Gerilya".

Monday, June 27, 2011

Architects Under Big 3 #15 Errik Irwan Wibowo



GERILYA – ARSITEKTUR

Izinkanlah saya menyebut upaya-upaya tindakan bersiasat mereka yang belum jadi siapa-siapa dengan ‘Gerilya’. Sentuhan abad ke-21 memberi warna gerak gerilya yang berbeda dari zaman sebelumnya. Ia langsung menyentuh aspek pikiran dan pembentukan persepsi, bermain pada ranah ’propaganda’ yang begitu dibantu penyebarannya dengan kecanggihan teknologi informasi.  Salah satunya komik.

Press Release Architects Under Big 3 #15 Errik Irwan Wibowo

Gerilya – Arsitektur

Kawula muda yang belum menjadi siapa – siapa sesungguhnya selalu bersiasat untuk bertahan hidup dalam kerasnya kehidupan dan untuk tujuan kehidupan yang lebih baik yang seringkali harus melawan arus yang lebih besar. Bagi Errik, upaya – upaya bersiasat mereka yang belum menjadi siapa – siapa itulah yang ia sebut “Gerilya”

Sentuhan abad ke-21 memberi warna gerak gerilya yang berbeda dari zaman sebelumnya. Gerilya abad-21 langsung menyentuh aspek pikiran dan pembentukan persepsi. Ia bermain pada ranah ’propaganda’ yang begitu dibantu penyebarannya dengan kecanggihan teknologi informasi. Media penyebarannya dapat melalui musik, fotograsi, film/video, tulisan dan juga komik.