Monday, October 29, 2018

ARCHITECTS UNDER BIG 3 #102 Satrio Pramudito & YoshuaKuncoro

KEMBALI KE AKAR



Hampir bisa dipastikan bahwa teman - teman yang pernah dan sedang sekolah arsitektur mendengar dan mengenal Vitruvius. Di Indonesia, meskipun diduga kuat hanya sedikit saja yang telah membaca dan mempelajari The Ten Books of Architecture, tetapi memiliki keyakinan yang kuat, memiliki pemahaman dasar (mindset) bahwa rumusan Vitruvius itu adalah yang menjadi dasar pikir dalam berarsitektur. ”Pokoknya, mesti memenuhi firmitas-utilitas-venustas”, itulah yang menjadikan arsitektur berbeda dari yang bukan arsitektur.
Sementara itu, tidak bisa disangkal bahwa Indonesia telah memiliki arsitektur yang tersendiri, yang sudah ada sejak dulu dan dalam banyak hal sangat berbeda dari arsitektur yang disampaikan oleh Vitruvius. Salah satu keprihatinan itu adalah tumpulnya pengenalan dan pemahaman atas apa dan siapa arsitektur Indonesia itu. Tidak mengheranakan bila dalam 1980-an almarhum Rm.Mangunwijaya lalumenolak perumusan arsitektur yang Vitruvian itu (firmitas-utilitas-venustas), dan menggantinya dengan guna-citra.
Maka dalam presentasi kali ini, kami akan mencoba meningkatkan kembali kesadaran untuk berarsitektur secara Indonesia dengan melihat kembali kepada akar kita, Arsitektur Nusantara, serta bagaimana menerapkannya dalam desain-desain kontemporer sebagai bentuk pelestariannya di jaman sekarang ini.
Salam,

Satrio dan Yoshua

Friday,  November 2nd 2018
Danes Art Veranda 
Jl. Hayam Wuruk, No.159 
Denpasar - Bali

FREE ENTRY & NO REGISTRATION NEEDED!

No comments:

Post a Comment