Thursday, January 26, 2017

Architects Under Big 3 #82 Titus Pandu Wismahaksi & Maria Nersiartista Putri


[scroll down for English version]

Architects Under Big 3 #82 Titus Pandu Wismahaksi & Maria Nersiartista Putri

“ARSITEKTUR SATIR ”

“Satire is a genre of literature/arts, in which vices, follies, or shortcomings are held up to ridicule, ideally with the intent of shaming individuals, corporations, government, or society into improvement.” - Elliott, Robert C (2004), "The nature of satire", Encyclop√¶dia Britannica.

Tujuan utama ekspresi satire adalah untuk membangun kesadaran, menggunakan kejenakaan untuk menarik perhatian akan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Jika pada sastra, ekspresi satire menggunakan kejenakaan; bagaimana implementasinya pada arsitektur?

Press Release : Architects Under Big 3 #82 Titus Pandu Wismahaksi & Maria Nersiartista Putri

Architects Under Big 3 #82 Titus Pandu Wismahaksi & Maria Nersiartista Putri

ARSITEKTUR SATIR

Satire adalah sebuah genre dalam sastra, di mana sifat buruk, kebodohan, dan pelanggaran diangkat untuk menyindir; mempermalukan seseorang, pemerintah, atau masyarakat dengan maksut untuk proses pengembangan. Dalam dunia sastra, ekspresi Satire ditujukan untuk membangun kesadaran, menggunakan kejenakaan untuk menarik perhatian akan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Lalu bagaimana peranan arsitektur dalam membangun kesadaran?

Monday, January 2, 2017

Architects Under Big 3 #81 I Gde Banyu Priautama


[scroll down for English version]

Architects Under Big 3 #81 I Gde Banyu Priautama

“ DESIGN by ARCHITECT or DESIGN by CLIENT ? ”

Keterlibatan arsitek di dalam proses desain arsitektur (seharusnya) akan memberikan dampak positif dalam proses perencanaan, pembangunan dan penggunaan bangunan untuk kedepannya. Jasa seorang Arsitek di dalam proses perencanaan desain arsitektur dapat meringankan beban dan tanggung jawab bagi klien ataupun pengguna bangunan tersebut karena proses pembangunan yang lebih terencana, dapan mengefisienkan ruang serta dapat mengestimasi biaya yang dapat diperkirakan sebelum proses pembangunan sehingga dapat mengefisienkan ruang, waktu, tenaga dan juga biaya. Selain peran arsitek, keterlibatan klien sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan desain arsitektur, dimana brief dari klien menjadi dasar acuan arsitek dalam menentukan dasar desain. Namun keterlibatan klien yang terlalu jauh dapat menjadi sebuah masalah di dalam proses desain sehingga tidak jarang ide dari arsitek yang sudah terencana dengan baik (sesuai ide, konsep, teori dan kaidah arsitektur) dan akan diaplikasikan di lapangan justru mendapat perombakan total dari klien sehingga pemikiran dari arsitek dirasa sia-sia, dan juga rugi darisegi biaya dan waktu. Terkait hal ini seharusnya ditemukan cara mengenai edukasi terhadap klien mengenai seperti apa ide dan gagasan dari arsitek dan sejauh mana klien dapat terlibat di dalamnya.

Press Release : Architects Under Big 3 #81 I Gde Banyu Priautama

Architects Under Big 3 #81 I Gde Banyu Priautama

“ DESIGN by ARCHITECT or DESIGN by CLIENT ? ”

Keterlibatan Klien di dalam proses perencanaan desain oleh arsitektur adalah sesuatu yang semestinya terjadi, dimana brief dari klien menjadi dasar dari arsitek untuk menentukan dasar ide/gagasan di dalam sebuah desain arsitektur. Dalam hal ini arsitek akan berfungsi sebagai penterjemah dari keinginan klien yang diwujudkan di dalam sebuah desain arsitektur.

Meskipun pada dasarnya arsitek adalah orang yang merancang desain arsitektur berdasarkan brief dari masing-masing klien, namun setiap arsitek memiliki metode yang berbeda-beda di dalam proses perencanaan desain arsitektur. Pendekatan yang dilakukan dilakukan dengan cara yang berbeda seperti misalkan bentuk mengikuti fungsi, bentuk dan fungsi berjalan beriringan, atau bahkan fungsi yang mengikuti bentuk. Hal ini amat tergantung berdasarkan tipologi bangunan, selera arsitek dan persetujuan design dari klien.

Thursday, November 24, 2016

Architects Under Big 3 #80 Ivan Hendrata dan Nikita Stephanie


scroll down for English version

Architects Under Big 3 #80 Ivan Hendrata dan Nikita Stephanie

“Finding Meaning, Finding Purpose as An Architect”

Sebagai arsitek, seseorang perlu memiliki makna dan tujuan dalam menjalani bidang arsitektur. Makna dan tujuan diperlukan bagi tiap pribadi dalam menjalankan pekerjaan atau passion agar pribadi tersebut tetap berada di dalam jalur yang sesuai ketika menjalani rutinitas yang terus berputar. Makna dan tujuan seseorang dalam menjalankan sesuatu dapat berupa banyak hal seperti materi, pembuktian diri, prestise, dan lain lain. Namun terkadang seseorang tersebut dapat lupa bahwa Ia sebenarnya memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar bertujuan untuk materi dan prestise.