Showing posts with label AUB3 #19 I Putu Adi Widiantara. Show all posts
Showing posts with label AUB3 #19 I Putu Adi Widiantara. Show all posts

Monday, November 7, 2011

Post Event Release Architects Under Big 3 #19 I Putu Adi Widiantara


Hari Jumat ini Adi Wiwid membagikan ceritanya kepada sekitar 55 orang audien Architects Under Big 3. Pria lulusan Jurusan Arsitektur Universitas Udayana ini berbagi pikirannya mengenai hubungan antara arsitektur dan cahaya. AUB3 kali ini pun kedatangan tamu istimewa yaitu Ibu Siwalatri, salah satu dosen arsitektur di Jurusan Arsitektur Universitas Udayana yang tak lain adalah dosen dari Adi Wiwid semasa kuliah. Dengan judul Hitam Putih, Adi Wiwid memulai presentasinya dengan sebuah quote.

“Sebuah perjalanan mecari makna terang dan gelap, serta mereka kembali arti sesungguhnya bahwa “arsitektur” itu makhluk sejenis apa.......”

Adi Wiwid memaparkan saat ini marak publikasi arsitektur, mulai dari rubrik di koran, tabloid mingguan, hingga coffee table book yang menawarkan arsitektur dengan bungkus mentereng, berlantai marmer mengkilap, parket anti gores, cat dinding anti cuaca, atap tahan bocor hingga bagaimana menjadi arsitek. Menjadi arsitekpun terkadang dianggap semudah membalikkan telapak tangan. Adi Wiwid pun bertanya – tanya apakah hanya seperti itu pandangan masyarakat terhadap arsitektur? Hanya sebatas menumpuk bata, melapisinya dengan semen, lalu diisi dengan perabotan dan kemudian di huni. Menurutnya pandangan seperti itu sangatlah dangkal.

Mengecewakan ketika banyak publikasi yang menghilangkan makna kata “keindahan”, “pesona”, “tersihir”, “intim”, “takjub”, “sunyi”. Hal – hal yang seharusnya kekal dan tak pernah kering untuk bersinar di ujung arsitektur. Kita menjadi semakin lupa dan menolak untuk memahami, bahwa intisari dari ruang adalah kekosongan, sepi, sunyi. Arsitektur adalah kemampuan arsitek untuk mempermainkan perasaan penikmat di dalamnya. Dengan memainkan cahaya dan mengubahnya menjadi bayangan dalam ruang – ruang bentukan denah, dan potongan, bukan tampak. Arsitektur adalah hidup, mengikatnya dengan tempat, kemudian tumbuh dan berakar, tempat memori dan nostalgia menjangkarkannya dengan waktu.

Friday, October 28, 2011

Architects Under Big 3 #19 I Putu Adi Widiantara



[scroll down for english version]

Architects Under Big 3 #19 I Putu Adi Widiantara
“Hitam Putih”

Sebuah perjalanan mencari makna terang dan gelap, serta mereka kembali arti sesungguhnya bahwa “arsitektur” itu mahluk sejenis apa..........

Mengapa kita bisa menyebut hari dengan pagi, siang, sore dan malam? Bukankah dengan melihat cahaya kita bisa menyebut waktu-waktu tersebut, bukankah dengan perubahan arah bayangannya kita bisa menandai hari tanpa melihat arloji?

Press Release : Architects Under Big 3 #19 I Putu Adi Widiantara


“Hitam Putih”

Maraknya berbagai publikasi arsitektur, mulai dari rubrik di koran, tabloid, hingga coffee table book yang menampilkan arsitektur dalam bungkus kemewahan dewasa ini, membawa sebuah pertanyaan pada Adi Wiwid. Seperti itukah pandangan masyarakat tentang arsitektur? Hanyakah sebatas menumpuk bata, melapisnya dengan semen, kemudian diisi dengan perabotan yang indah? Menurut Adi Wiwid, pandangan seperti itu sangat dangkal.

Mengecewakan ketika banyak publikasi yang menghilangkan makna kata “keindahan”, “pesona”, “tersihir”, “intim”, “takjub”, “sunyi”. Intisari dari ruang adalah kekosongan, sepi, dan sunyi semakin dilupakan. Menurut Adi Wiwid,  arsitektur itu adalah kemampuan arsitek, untuk memberi rasa ruang berbeda dan menguasai psikologis pengguna dengan memainkan cahaya dan mengubahnya menjadi bayangan dalam ruang – ruang bentukan denah dan potongan. Oleh karena itu, arsitek selalu memodifikasi bentuk dan arah bukaan, mulai dari bulat, segitiga, kotak, pipih, lebar, tinggi, atau tidak beraturan sekalipun.