Friday, July 27, 2018

ARCHITECT UNDER BIG3 #99 – RYAN B. SAPUTRA & PASEK ANGGADI KUMARA


“ASAP” (As Architect as soon as possible)






Arsitek muda di Indonesia dapat diperhitungkan perannya saat ini. Tidak sedikit arsitek muda lahir, dan menuangkan ide-ide besar mereka pada setiap karyanya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya komunitas-komunitas arsitek muda Bali dalam menggelar pameran karya arsitektur yang rutin diadakan,  hingga antusiasme dalam keikutsertaan sayembara arsitektur.
Ditengah perkembangan era ekonomi global, peran arsitek muda dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya sehingga memiliki daya saing serta nilai jual yang lebih. Tidak sedikit arsitek-arsitek muda yang baru memulai karirnya belum memiliki legal formal profesi, dalam hal ini profesi sebagai arsitek, yang dapat diakui setelah terdaftar pada keanggotan pada asosiasi resmi, dalam hal ini IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Dalam perjalanan karir “sebelum menjadi arsitek” banyak cerita yang mengiringi, entah itu kegagalan, maupun kesuksesan dalam menciptakan suatu produk Arsitektur.
Pada kali ini, kami akan membahas tentang “ASAP” (As Architect as soon as possible). Judul yang menceritakan tentang perjalanan kami “sebelum menjadi arsitek” yang telah merasakan kegagalan maupun kesuksesan dalam berkarya pada bidang ini. Menjadi seorang arsitek banyak aspek yang perlu diperhatikan,  tidak hanya pandai dalam menuangkan ide dalam secarik kertas, namun bagaimana ide itu dapat disampaikan dengan baik kepada klien. Seorang arsitek juga dituntut untuk dapat bernegosiasi denga  baik, memiliki kemampuan dalam manajemen proyek yang memadai dan harus  mengerti esensi karya yang ia buat. Tidak hanya itu, seringkali arsitek yang baru memulai karirnya kebingungan dalam penarifan biaya desain yang sesuai dengan ruang lingkup proyek yang dikerjakan. Beberapa hal tersebut akan kami bahas untuk mengetahui strategi-strategi yang kami lakukan, dan kegagalan-kegagalan yang telah kami benahi, sehingga hal-hal tersebut dapat menjadi pematangan diri ketika menjadi arsitek yang sah secara legal formal.

Tentang Ryan :

Ryan B. Saputra lahir di Singaraja, 3 Maret 1994, yang lulus pada jurusan arsitektur di Universitas Udayana. Ia mengawali karirnya di perusahaan konsultan asing yaitu PT. Koplan Consulting sebagai junior arsitek, perusahaan dengan proyek “small scale” namun memberikan banyak pengalaman berharga kepadanya, baik pengalaman mendesain, bahasa, negosiasi, maupun manajemen proyek. Di pertengahan tahun 2016 ,ia membuka konsultan dengan branding nama “Ryan and Partners”, yang memberikan layanan jasa arsitektur, interior, branding, 3D visualization serta Architecture photography. Beberapa proyek yang pernah dikerjakan diantaranya Deus Ex Machina Uluwatu, proyek luxury Villa di Thailand, Lely & co, dan beberapa proyek lainnya. 


Tentang Pasek :

Pasek Anggadi Kumara lahir pada tanggal 12 April 1994 di Denpasar, Bali. Menyelesaikan studinya tahun 2017 di Jurusan Arsitektur Universitas Udayana. Pasek memulai karirnya di bidang arsitektur sebagai freelancer arsitek dan 3d artist. Saat ini bekerja sebagai junior arsitek di El Colectivo, salah satu konsultan arsitektur di canggu. Pengalaman pasek memberikan banyak pengaruh terhadap cara berpikir dan mengonsep desain arsitektur.


These talk will be held on:

Friday - August 3rd  2018
Danes Art Veranda
Jl. Hayam Wuruk No. 159, Denpsar
Bali-Indonesia
07.00 PM - Till Drop
FREE ENTRY, and NO REGISTRATION NEEDED!
For more information follow us on Instagram @architectsunderbig3,
Address             : Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk no. 159, Denpasar-Bali,
Facebook          : Architects Under Big 3
Twitter               : @underbig3
Email                 : ArchitectsUnderBig3@popodanes.comContact Person : +62-85-737-146-471 (Nia)



No comments:

Post a Comment