Friday, May 6, 2011

Post Event Release Architects Under Big 3 #13 I. G. A. N Widianingrat dan Made Sugiantara

Jung Yat dan Sugi

Jumat di awal bulan Mei, dua orang arsitek muda I Gst. Ag. Ngr. Widianingrat dan Made Sugiantara, yang lebih akrab dipanggil dengan Jung Yat dan Sugi berbagi cerita tentang pengalaman mereka ketika memutuskan untuk membentuk studio desain lansekap dan arsitektur sendiri.

Meski pun hujan lebat mengguyur kota Denpasar sejak sore hari, tetapi hal tersebut tidak mengurangi antusiasme audience yang datang. Tampak diantara audien Pepe Giuseppe. Mereka tetap bersemangat ketika menyimak presentasi dan video yang disajikan oleh Jung Yat dan Sugi.


Suasana Architects Under Big 3 #13

Keputusan tersebut berawal dari sebuah proyek proposal arsitektur lansekap yang datang diantara “fase kevakuman” mereka. Dengan modal kenekatan dan ilmu yang sudah mereka dapatkan selama bekerja pada konsultan arsitektur dan lansekap lain akhirnya pada tahun 2010 mereka memutuskan untuk membentuk studio desain lansekap dan arsitektur sendiri. Mereka berdua dan salah seorang teman, Sasta Paramartha.

Berbekal kenekatan dan koneksi yang mereka miliki, studio ini akhirnya berjalan walau pada prosesnya tetap terdapat kerikil – kerikil tajam yang menjadi hambatan selama berkarya. Sampai saat ini mereka sudah menghasilkan beberapa karya baik masih berupa proposal maupun yang sudah terbangun.

Presentasi dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dengan hangat. Delapan orang audien antusias mengajukan pertanyaan. Diskusi diawali ketika salah seorang audien bertanya: “Bagaimana trik dan strategi Jung Yat dan Sugi untuk survive dan bisa menarik klien?” Pertanyaan ini dijawab dengan bijak oleh Jung Yat dan Sugi. Sebagai seorang desainer, mereka harus selalu memberikan hasil yang sebaik mungkin untuk diperlihatkan kepada klien. Karena ketika kita memberikan hasil yang baik maka hasilnya adalah proyek tersebut berhasil  atau gagal. Namun ketika kita tidak mencoba maka hasil yang didapatkan hanya gagal. Oleh karena itu prinsip tersebut yang selalu mereka gunakan dalam proses mendesain; selalu memberikan yang terbaik.

Architects Under Big 3 #13 Dipandu Program Manager Tahun Kedua, Wira Putri

Rossi Irawan, salah satu presenter pada Architects Under Big 3 #9 turut bertanya: “Bagaimana pengertian sebuah desain lansekap dan apa saja lingkup kerja desain lansekap serta pesan apa yang ingin disampaikan dalam desain kepada klien?” Menurut Jung Yat dan Sugi, pengertian lansekap bagi mereka berdua adalah pekerjaan yang meliputi softscape dan hardscape, lighting merupakan salah satu elemen di dalamnya. Untuk pesan yang ingin mereka sampaikan, saat ini mereka masih dalam proses pencarian jati diri sehingga masih belum dapat menemukan pesan atau benang merah dari desain – desain mereka tersebut.

Rossi Irawan, Salah Satu Penanya
Sementara penanya yang lain lebih banyak bertanya bagaimana cara mereka untuk meyakinkan klien, bagaimana caranya tentang teknologi bahan dan cara mereka mempertahankan idealisme mereka kepada klien. Pertanyaan – pertanyaan tersebut dijawab bergantian antara Jung Yat dan Sugi. Mereka mendapatkan info – info mengenai teknologi dari internet dan terkadang mereka mendapatkan info tersebut dari klien maupun pihak – pihak lainnya. Dalam mempertahankan idealisme terhadap klien, tidak sepenuhnya mereka berdiri pada idealisme mereka namun tetap harus memahami keinginan klien.

Membentuk sebuah studio arsitektur, lansekap maupun keduanya merupakan hal yang mudah namun juga sulit. Butuh keberanian, kenekatan dalam memulai langkah pertama sebagai arsitek independen. Dalam tahun pertamanya Jung Yat dan Sugi sudah dapat menunjukan eksistensinya di dunia arsitektur dan lansekap. Perlahan namun pasti mereka berdua sudah mulai menapaki fase yang lebih stabil.

No comments:

Post a Comment