Monday, January 14, 2013

Post Event Release: Architects Under Big 3 #33 Isabella Andjanie


"I Brought A Zoo"

Presenter AUB3 #33 Isabella Andjanie

Pada edisi perdana di tahun 2013 ini, AUB3 #33 menghadirkan seorang arsitek muda bernama Bella. Kali ini, Bella ingin membagi pengalamannya dalam merevitalisasi kebun binatang Gembira Loka di Yogyakarta yang ia tuangkan dalam tugas akhirnya.

Kebun binatang merupakan salah satu ruang publik. Sebuah elemen kota yang berfungsi sebagai sarana rekreasi dan edukasi. Selayaknya kebun binatang harus memberikan kenyamanan bagi penggunjungnya. Namun setelah gempa pada tahun 2006, kondisi kebun binatang Gembira Loka sangatlah memprihatinkan. Sebagai seorang arsitek, Bella tergerak untuk memperbaiki kondisi kebun binatang ini melali intervensi fisik.


Sebagai strategi intervensi fisik dalam revitalisasi adalah memasukkan fungsi baru, memodifikasi dan mendaur ulang site ini. Hasil akhirnya adalah kebun binatang Gembira Loka ini akan menjadi Zoological Museum Park. Bella mengambil konsep “organic” dengan tetap mempertahankan hutan dan danau buatan yang ada serta menjadikan beberapa objek permainan dengan fungsi baru. Selain itu, Bella juga menambahkan museum bertema yang sesuai dengan kelas hewan, yaitu mamalia, aves, pisces, reptile & amphibi, dan fungsi – fungsi lain, seperti amphitheater dan rest area. Dengan revitalisasi ini, diharapkan kebun binatang Gembira Loka ini menjadi primadona kembali di masyarakat Yogyakarta.

Audiens AUB3 #33

Acara pun dilanjutkan ke sesi diskusi. Bapak Popo Danes yang juga hadir, bertanya mengenai hal – hal apa sajakah yang ketika itu masih luput dalam desain dan faktor mendasar apa dari permasalahan perkembangan kebun binatang di Indonesia. Bella pun menjawab bahwa saat ini dia menyadari banyak hal yang luput dalam desain seperti teknis konstruksi dan beberapa hal lainnya. Bella juga menjelaskan bahwa kondisi paling memprihatinkan dari kebun binatang di Indonesia saat ini adalah masalah perawatan karena kondisi finansial dari kebun binatang itu sendiri. Oleh karena itu, Bella juga ingin merevitalisasi kebun binatang Gembira Loka ini agar dapat meningkatkan pendapatan kebun binatang ini sendiri.

Penanya selanjutnya adalah Rizeki, yang bertanya tentang desain kebun binatang yang baru ini., pakah desain yang baru ini dapat membalikkan kondisi kebun binatang Gembira Loka ini ke masa jayanya seperti dulu. Menurut Bella, seharusnya desain ini dapat membantu pengelolah kebun binatang ini untuk merumuskan kembali desain yang baik bagi Gembira Loka. Bella yakin bahwa desain baru ini dapat menjadikan Gembira Loka kembali ke kejayaannya seperti dulu.

Penanya ketiga adalah Krisna yang bertanya mengapa Bella mengambil konsep organic serta apakah identitas kota Yogyakarta dan sign system juga dimasukkan ke dalam desain. Bella pun menjawab bahwa konsep organic diambil karena kebun binatang ini merupakan ruang flora dan fauna sehingga untuk apa mengambil konsep lain yang tidak sesuai dengan fungsinya. Selama mendesain, Bella tidak berpikir untuk memasukkan identitas kota Yogyakarta. Menurutnya, kebun binatang ini sendiri sudah merupakan bagian dari sejarah kota Yogyakarta. Namun sign system tetap digunakan untuk mempermudah pengunjung.

Penanya selanjutnya adalah Yohana yang menanyakan keberhasilan desain ini untuk menarik orang datang ke kebun binatang ini dan faktor apakah yang membuat kebun binatang ini berbeda dengan kebun binatang lainnya di Indonesia. Bella pun menjawab bahwa sebenarnya dia sudah mengajukan proposal kepada pengelolah kebun binatang Gembira Loka namun hanya sebagian kecil yang bisa diadaptasi. Bella yakin desainnya dapat menarik pengunjung karena desainnya berbeda dari desain kebun binatang kebanyakan. Faktor museum satwa dapat menjadi daya tarik yang sangat baik.

Penanya berikutnya adalah Agung yang menceritakan sejarah terbentuknya kebun binatang Gembira Loka ini. Pada awalnya kebun binatang ini merupakan milik Keraton Yogyakarta yang pada akhirnya diserahkan kepada sebuah yayasan untuk merawat hewan – hewan peliharaan milik Keraton. Semakin lama koleksinya semakin bertambah hingga akhirnya dibuka untuk umum. Agung bertanya apakah sejarah ruang dari kebun binatang ini tetap dimasukkan ke dalam desain. Bella pun menjawab bahwa tidak semua sejarah ruang dapat dimasukkan ke dalam desain ini karena skala kawasan yang terlalu luas. Untuk beberapa hal seperti hutan, sungai dipertahankan untuk menimbulkan kesan nostalgia bagi warga yang berkunjung.

Osa juga memberikan tanggapannya untuk desain revitalisasi kebun binatang ini. Menurut Osa, ide radikal yang berkebalikan dapat dilakukan untuk menarik pengunjung ke kebun bintang ini sehingga dapat mendatangkan keuntunng finansial juga. Sebagai perbandingan, saat ini masyarakat lebih tertarik untuk datang ke mall daripada ke museum. Idenya, untuk menciptakan museum di dalam mall atau sebaliknya. Hal berkebalikan ini juga dapat diaplikasikan ke dalam desain kebun binatang.


Para Penanya: Rizeki, Krisna, Agung, Osa
Bella pun menutup edisi ke-33 ini dengan menyemangati mahasiswa tingkat akhir untuk tidak takut – takut dalam mengambil tema yang aneh atau susah untuk tugas akhirnya. Karena siapa tahu, tugas akhir ini akan menjadi sesuatu yang berguna untuk lingkungan sekitar.







No comments:

Post a Comment