Showing posts with label AUB3 #53 Tobias Kea. Show all posts
Showing posts with label AUB3 #53 Tobias Kea. Show all posts

Thursday, October 9, 2014

Post Event Release : Architects Under Big 3 #53 Tobias Kea Suksmalana



Diskusi bersama Tobias di area garden Popo Danes Architect kali ini dimulai dengan perkenalan Tobias yang merupakan alumni UGM dan saat ini bekerja di EFF Studio, Tobias membagikan pengalaman tentang arsitektur Nusantara dengan penjelasan melalui diskusi AUB #53 kali ini.
Menurut Tobias pengertian mengenai Arsitektur Nusantara belum seragam saat ini dan Arsitektur Nusantara tidak sama dengan Arsitektur Tradisional namun berhubungan satu sama lain, perbedaanya dijelaskan Tobias melalui contoh, menurut Tobias, Arsitektur Tradisional adalah persepsi pertama, kajian etnic dan berhubungan langsung dengan geografis dan budaya di daerah setempat, sehingga menurut Tobias yang memberikan contoh dengan arsitektur Toraja, Jawa dan Flores, ketiga arsitektur ini adalah berbeda dari segi Arsitektur Tradisional, Namun ketiga Arsitektur ini adalah sama bila dilihat dari segi Arsitektur Nusantara.

Monday, September 1, 2014

Architects Under Big 3 #53 Tobias Kea Suksmalana





 
[Scroll down for english version]

Architects Under Big 3 #53 Tobias Kea Suksmalana
"Filosofi Loloh Cem Cem"
Pencarian menyarikan “Arsitektur Nusantara” dalam era kekinian

Cara saya memahami arsitektur nusantara dalam era kekinian dapat dianalogikan dengan loloh cemcem. Loloh cemcem merupakan minuman tradisional masyarakat Bali timur. Loloh berarti jamu sedangkan cemcem adalah salah satu nama daun.
Seperti halnya loloh cemcem yang terbuat dari sari daun cemcem yang dicampur dengan sari-sari dari bahan alami lainnya, mengkinikan arsitektur nusantara tidaklah jauh berbeda. Proses mengkinikan arsitektur nusantara dapat dimulai dengan mengumpulkan ‘sari-sari’ ilmu membangun dari tiap daerah di nusantara. Sari-sari tersebut dapat dipilih dan kemudian dikombinasikan menjadi sesuatu yang bernilai.

Press Release : Architects Under Big 3 #53 Tobias Kea Suksmalana

"Filosofi Loloh Cem Cem"
Pencarian menyarikan “Arsitektur Nusantara” dalam era kekinian

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah nusantara mulai banyak digunakan dalam bentuk semboyan, produk, judul, dsb. Begitu juga dalam bidang arsitektur. Arsitektur Nusantara mulai ramai dibicarakan, diekplorasi hingga diperdebatkan.
Gejalanya mirip dengan istilah ‘green’ atau hijau yang sudah terlebih dahulu populer. Saking maraknya istilah ‘green’, istilah ini seakan menjadi kata wajib dalam setiap produk. Bahkan dalam produk yang sejatinya tidak ada hubungannya dengan konsep hijau, kata ‘green’ menjadi kata sakti yang diharapkan mampu mengangkat citra produk. Parahnya, istilah ‘green’ akhirnya hanya menjadi pemanis dan objek marketing sebuah produk.  Fenomena inilah yang kemudian dikenal dengan istilah ‘greenwashing’.