Showing posts with label AUB3 #51 Anindita Normaria. Show all posts
Showing posts with label AUB3 #51 Anindita Normaria. Show all posts

Sunday, August 3, 2014

Post Event Release: Architects Under Big 3 #51 Anindita Normaria Samsul



Diskusi kali ini bersama Ninin di adakan di area garden Popo Danes Architect, Ninin membuka diskusi dengan memperkenalkan diri sebagai alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember tahun 2012 dan memberikan penjelasan bagaimana Ninin bersama rekannya memulai Bank Sampah, Bank Sampah Bina Mandiri bermula pada tahun 2010, Ninin bersama rekannya mendirikan Bank Sampah pada waktu mereka masih di bangku kuliah, Ninin menjelaskan inti dari kegiatan Bank Sampah adalah mengumpulkan sampah kering dan dikonversikan dalam rupiah dan uangnya disimpan dalam bentuk buku tabungan, kegiatan Bank Sampah dimulai dengan sosialisasi tentang nilai penting Bank Sampah kepada warga kampung yang ditargetkan dan pelatihan kerajinan, Ninin juga mengadakan pembinaan ke sekolah dan kampus. Saat ini Bank Sampah memiliki 13 orang karyawan, kelompok yg bergabung ada 120 titik, dan jumlah nasabah saat ini mencapai 300 orang, Bank Sampah Bina Mandiri yang Ninin bina berada di titik bratang lapangan dan beroperasi setiap hari dari  jam 8 pagi – 5 sore.

Thursday, July 3, 2014

Architects Under Big 3 #51 Anindita Normaria Samsul




[Scroll down for english version]

Architects Under Big 3 #51 Anindita Normaria Samsul
"Bank Sampah Bina Mandiri"

Kepedulian saya terhadap banyaknya sampah yang berkembang di masyarakat yang tidak terolah dengan baik sehingga menumpuk di TPA lalu mencemari lingkungan sehingga berdampak kepada kualitas hidup yang buruk dan menimbulkan banyak penyakit. Selain dari sisi lingkungan, saya juga tergerak akan kualitas kesejahteraan di masyarakat yang kurang baik.
Menurut saya, seorang Arsitek merupakan konseptor dan eksekutor harus senantiasa visioner dan berjiwa evaluatif untuk membangun tidak hanya hunian tetapi menyeluruh beserta lingkungannya agar tercapai keseimbangan hidup dengan Tuhan, Manusia, dan Alam. 

Press Release : Architects Under Big 3 #51 Anindita Normaria Samsul

Bank Sampah Bina Mandiri
 
Arsitektur suatu wilayah permukiman dapat menunjukkan baik buruknya keadaan sosial, ekonomi dan budaya dari masyarakat yang bermukim di situ. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang misalnya banyak memiliki permukiman kelompok sosial kota terpinggirkan. Hasil studi menunjukkan, penyebab kesemrawutan tata ruang dan lingkungan kelompok sosial terpinggirkan adalah: kelompok masyarakat ini luput dari perencanaan dan sentuhan pembangunan fasilitas kota; kebanyakan kaum miskin ini bermata pencaharian dari sektor informal. ditunjang berbagai bentuk usaha/industri kecil di lahan sempit, sehingga padat fasilitas penunjang dan bercampur dengan limbah buangan industri mereka; mereka cenderung memilih tinggal di kawasan yang paling murah dan dekat dengan pusat kota, walau bertumpuk-tumpuk. Penyebab lainnya adalah budaya kemiskinan (culture of poverty).